Ibnu Abbas ra. adalah salah seorang sahabat Nabi SAW yang sangat telaten dalam menjaga dan melayani Rasulullah SAW, dimana ia pernah secara khusus didoakan Rasulullah SAW, selain itu pada usia 9 tahun Ibnu Abbas telah hafal Al-Quran dan telah menjadi imam di mesjid. Suatu hari ia ditanya oleh para Tabi'in (generasi sesudah wafatnya Rasulullah SAW) mengenai apa yang dimaksud dengan kebahagiaan dunia. Jawab Ibnu Abbas ada 7 (tujuh) indikator kebahagiaan dunia, yaitu :Pertama, Qalbun syakirun atau hati yang selalu bersyukur.Memiliki jiwa syukur berarti selalu menerima apa adanya (qona’ah), sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak ada stress, inilah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur. Seorang yang pandai bersyukur sangatlah cerdas memahami sifat-sifat Allah SWT, sehingga apapun yang diberikan Allah ia malah terpesona dengan pemberian dan keputusan Allah. Bila sedang kesulitan maka ia segera ingat sabda Rasulullah SAW yaitu : "Kalau kita sedang sulit perhatikanlah orang yang lebih sulit dari kita". Bila sedang diberi kemudahan, ia bersyukur dengan memperbanyak amal ibadahnya, kemudian Allah pun akan mengujinya dengan kemudahan yang lebih besar lagi. Bila ia tetap “bandel” dengan terus bersyukur maka Allah akan mengujinya lagi dengan kemudahan yang lebih besar lagi. Maka berbahagialah orang yang pandai bersyukur!Kedua. Al azwaju shalihah, yaitu pasangan hidup yang sholeh.Pasangan hidup yang sholeh akan menciptakan suasana rumah dan keluarga yang sholeh pula. Di akhirat kelak seorang suami (sebagai imam keluarga) akan diminta pertanggungjawaban dalam mengajak istri dan anaknya kepada kesholehan. Berbahagialah menjadi seorang istri bila memiliki suami yang sholeh, yang pasti akan bekerja keras untuk mengajak istri dan anaknya menjadi muslim yang sholeh. Demikian pula seorang istri yang sholeh, akan memiliki kesabaran dan keikhlasan yang luar biasa dalam melayani suaminya, walau seberapa buruknya kelakuan suaminya. Maka berbahagialah menjadi seorang suami yang memiliki seorang istri yang sholeh.Ketiga, al auladun abrar, yaitu anak yang soleh.Saat Rasulullah SAW lagi thawaf. Rasulullah SAW bertemu dengan seorang anak muda yang pundaknya lecet-lecet. Setelah selesai thawaf Rasulullah SAW bertanya kepada anak muda itu : "Kenapa pundakmu itu ?" Jawab anak muda itu : "Ya Rasulullah, saya dari Yaman, saya mempunyai seorang ibu yang sudah udzur. Saya sangat mencintai dia dan saya tidak pernah melepaskan dia. Saya melepaskan ibu saya hanya ketika buang hajat, ketika sholat, atau ketika istirahat, selain itu sisanya saya selalu menggendongnya". Lalu anak muda itu bertanya: " Ya Rasulullah, apakah aku sudah termasuk kedalam orang yang sudah berbakti kepada orang tua ?" Nabi SAW sambil memeluk anak muda itu dan mengatakan: "Sungguh Allah ridho kepadamu, kamu anak yang soleh, anak yang berbakti, tapi anakku ketahuilah, cinta orangtuamu tidak akan terbalaskan olehmu". Dari hadist tersebut kita mendapat gambaran bahwa amal ibadah kita ternyata tidak cukup untuk membalas cinta dan kebaikan orang tua kita, namun minimal kita bisa memulainya dengan menjadi anak yang soleh, dimana doa anak yang sholeh kepada orang tuanya dijamin dikabulkan Allah. Berbahagialah kita bila memiliki anak yang sholeh.Keempat, albiatu sholihah, yaitu lingkungan yang kondusif untuk iman kita.Yang dimaksud dengan lingkungan yang kondusif ialah, kita boleh mengenal siapapun tetapi untuk menjadikannya sebagai sahabat karib kita, haruslah orang-orang yang mempunyai nilai tambah terhadap keimanan kita. Dalam sebuah haditsnya, Rasulullah menganjurkan kita untuk selalu bergaul dengan orang-orang yang sholeh. Orang-orang yang sholeh akan selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan kita bila kita berbuat salah. Orang-orang sholeh adalah orang-orang yang bahagia karena nikmat iman dan nikmat Islam yang selalu terpancar pada cahaya wajahnya. Insya Allah cahaya tersebut akan ikut menyinari orang-orang yang ada disekitarnya. Berbahagialah orang-orang yang selalu dikelilingi oleh orang-orang yang sholeh.Kelima, al malul halal, atau harta yang halal.Paradigma dalam Islam mengenai harta bukanlah banyaknya harta tetapi halalnya. Ini tidak berarti Islam tidak menyuruh umatnya untuk kaya. Dalam riwayat Imam Muslim di dalam bab sadaqoh, Rasulullah SAW pernah bertemu dengan seorang sahabat yang berdoa mengangkat tangan. "Kamu berdoa sudah bagus", kata Nabi SAW, "Namun sayang makanan, minuman dan pakaian dan tempat tinggalnya didapat secara haram, bagaimana doanya dikabulkan”. Berbahagialah menjadi orang yang hartanya halal karena doanya sangat mudah dikabulkan Allah. Harta yang halal juga akan menjauhkan setan dari hatinya, maka hatinya semakin bersih, suci dan kokoh, sehingga memberi ketenangan dalam hidupnya. Maka berbahagialah orang-orang yang selalu dengan teliti menjaga kehalalan hartanya.Keenam, Tafakuh fi dien, atau semangat untuk memahami agama.Semangat memahami agama diwujudkan dalam semangat memahami ilmu-ilmu agama Islam. Semakin ia belajar, maka semakin ia terangsang untuk belajar lebih jauh lagi ilmu mengenai sifat-sifat Allah dan ciptaan-Nya. Allah menjanjikan nikmat bagi umat-Nya yang menuntut ilmu, semakin ia belajar semakin cinta ia kepada agamanya, semakin tinggi cintanya kepada Allah dan rasul-Nya. Cinta inilah yang akan memberi cahaya bagi hatinya. Semangat memahami agama akan meng ”hidup” kan hatinya, hati yang “hidup” adalah hati yang selalu dipenuhi cahaya nikmat Islam dan nikmat iman. Maka berbahagialah orang yang penuh semangat memahami ilmu agama Islam. Ketujuh, yaitu umur yang baroqah.Umur yang baroqah itu artinya umur yang semakin tua semakin sholeh, yang setiap detiknya diisi dengan amal ibadah. Seseorang yang mengisi hidupnya untuk kebahagiaan dunia semata, maka hari tuanya akan diisi dengan banyak bernostalgia (berangan-angan) tentang masa mudanya, iapun cenderung kecewa dengan ketuaannya (post-power syndrome). Disamping itu pikirannya terfokus pada bagaimana caranya menikmati sisa hidupnya, maka iapun sibuk berangan-angan terhadap kenikmatan dunia yang belum ia sempat rasakan, hatinya kecewa bila ia tidak mampu menikmati kenikmatan yang diangankannya. Sedangkan orang yang mengisi umurnya dengan banyak mempersiapkan diri untuk akhirat (melalui amal ibadah) maka semakin tua semakin rindu ia untuk bertemu dengan Sang Penciptanya. Hari tuanya diisi dengan bermesraan dengan Sang Maha Pengasih. Tidak ada rasa takutnya untuk meninggalkan dunia ini, bahkan ia penuh harap untuk segera merasakan keindahan alam kehidupan berikutnya seperti yang dijanjikan Allah. Inilah semangat “hidup” orang-orang yang baroqah umurnya, maka berbahagialah orang-orang yang umurnya baroqah. Demikianlah pesan-pesan dari Ibnu Abbas ra. mengenai 7 indikator kebahagiaan dunia. Bagaimana caranya agar kita dikaruniakan Allah ke tujuh buah indikator kebahagiaan dunia tersebut ? Selain usaha keras kita untuk memperbaiki diri, maka mohonlah kepada Allah SWT dengan sesering dan se-khusyu’ mungkin membaca doa ‘sapu jagat’ , yaitu doa yang paling sering dibaca oleh Rasulullah SAW. Dimana baris pertama doa tersebut “Rabbanaa aatina fid dun-yaa hasanaw” (yang artinya “Ya Allah karuniakanlah aku kebahagiaan dunia ”), mempunyai makna bahwa kita sedang meminta kepada Allah ke tujuh indikator kebahagiaan dunia yang disebutkan Ibnu Abbas ra, yaitu hati yang selalu syukur, pasangan hidup yang soleh, anak yang soleh, teman-teman atau lingkungan yang soleh, harta yang halal, semangat untuk memahami ajaran agama, dan umur yang baroqah. Walaupun kita akui sulit mendapatkan ketujuh hal itu ada di dalam genggaman kita, setidak-tidaknya kalau kita mendapat sebagian saja sudah patut kita syukuri. Sedangkan mengenai kelanjutan doa sapu jagat tersebut yaitu “wa fil aakhirati hasanaw” (yang artinya “dan juga kebahagiaan akhirat”), untuk memperolehnya hanyalah dengan rahmat Allah. Kebahagiaan akhirat itu bukan surga tetapi rahmat Allah, kasih sayang Allah. Surga itu hanyalah sebagian kecil dari rahmat Allah, kita masuk surga bukan karena amal soleh kita, tetapi karena rahmat Allah.Amal soleh yang kita lakukan sepanjang hidup kita (walau setiap hari puasa dan sholat malam) tidaklah cukup untuk mendapatkan tiket masuk surga. Amal soleh sesempurna apapun yang kita lakukan seumur hidup kita tidaklah sebanding dengan nikmat surga yang dijanjikan Allah. Kata Nabi SAW, “Amal soleh yang kalian lakukan tidak bisa memasukkan kalian ke surga”. Lalu para sahabat bertanya: “Bagaimana dengan Engkau ya Rasulullah ?”. Jawab Rasulullah SAW : “Amal soleh saya pun juga tidak cukup”. Lalu para sahabat kembali bertanya : “Kalau begitu dengan apa kita masuk surga?”. Nabi SAW kembali menjawab : “Kita dapat masuk surga hanya karena rahmat dan kebaikan Allah semata”.Jadi sholat kita, puasa kita, taqarub kita kepada Allah sebenarnya bukan untuk surga tetapi untuk mendapatkan rahmat Allah. Dengan rahmat Allah itulah kita mendapatkan surga Allah (Insya Allah, Amiin).
(Sumber tulisan: ceramah Ustad Aam Aminudin, Lc. di Sapporo, Jepang, disarikan secara bebas oleh Sdr. Asep Tata Permana, sedikit diedit oleh Penjaga Kebun Hikmah)
Wisata Hati
Rabu, 04 Maret 2009
Menahan Amarah
Oleh : Nasher Akbar
''Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya serta memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.'' (Ali-Imron: 133-134).Amarah merupakan tabiat manusia yang sulit untuk dikendalikan. Dan, Allah menjadikan orang yang mampu untuk menahan amarahnya sebagai salah satu ciri orang yang bertakwa. Di samping itu Allah akan memberikan pahala kepada orang yang menahan amarahnya lalu memaafkan mereka yang menyakitinya. Allah berfirman, ''Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa. Barang siapa memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.'' (Asy-Syuura: 40).Abu hurairah meriwayatkan bahwa pada suatu hari, seorang lelaki mendatangi Rasulullah SAW. Ia berkata kepada beliau. Ya Rasulullah! Nasihatilah saya! Sabdanya, ''Janganlah engkau marah.'' Lalu beliau ulangkan beberapa kali, dan sabdanya, ''Jangan engkau marah.'' (HR Bukhori).Penekanan Rasulullah SAW di atas menunjukkan betapa pentingnya menahan amarah. Karena ia adalah penyebab terjadinya pertikaian, perpecahan, dan permusuhan. Dan bila ini terjadi, maka akan membawa dampak negatif kepada umat Islam. Oleh sebab itu pula, Islam tidak membenarkan seorang Muslim untuk saling bertikai dan saling berpaling satu sama lain melebihi dari tiga malam. Sahabat Abu Bakar ra pernah mendapatkan teguran dari Allah SWT karena kemarahan yang dilakukannya dengan bersumpah untuk tidak memberi apa-apa kepada kerabatnya ataupun orang lain yang terlibat dalam menyiarkan berita bohong tentang diri Aisyah. Allah berfirman, ''Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat-(nya). Betapa indahnya dunia ini, jika setiap orang berusaha menahan amarahnya. Pertikaian, kerusuhan, permusuhan di mana-mana tidak akan terjadi. Karena kejahatan yang dibalas dengan kejahatan tidaklah memberikan solusi, namun menambah persoalan dan memperpanjang perselisihan.
Sumber : Republika
Selasa, 03 Juni 2008
Pasang Surut Kehidupan
Cita-cita tak selamanya jadi kenyataan, bahagia yang diharap, badai yang diraih. Berharap terbang keawan biru, yang ada justru petir yang menyambar. Berharap taman yang sarat semerbak bunga-bunga kehidupan, yang didapat justru simbol-simbol kematian. Kehidupan menjadi awan pekat yang penuh kebisuan dan sarat penderitaan. Waktu pun seolah bergerak lamban, sementara kebahagiaan terbang kian jauh dan menjadi hal yang mustahil untuk diraih.
Tapi, ketika cita-cita itu berhasil di gapai, bahagia yang diharap datang sesuai harapan, dunia serasa berbunga-bunga. hari-hari begitu indah mempesona. beban hidup serasa menghilang. Canda-tawa, senyum bahagia senantiasa nampak dalam setiap detik. Bahkan waktu pun terasa begitu cepat berlalu.
Kehidupan ibarat gelombang, pasang surut hal biasa, seperti putaran waktu, siang malam hal lumrah. Jika hanya pasang saja atau siang saja, bukanlah kehidupan namanya begitu pula sebaliknya. Kehidupan sarat dinamika. Ibarat roda pedati, kadang di atas kadang pula di bawah. Pergantian suasana dan putaran roda itu adalah seni yang memperindah rona kehidupan.
Begitulah hidup ini, yang penting kita menyadari bahwa ada Allah dibalik semua itu. Keikhlasan, kesabaran dan keridhoan menerima taqdir, insya Allah merupakan kunci untuk keluar dari belenggu yang melilit.
Firman Allah Swt dalam Al-Quran
"Allah tidak membebani sesorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya". (QS. Al-Baqarah:286)
mengatasi semua kemelut dan rintangan yang ada Allah sampaikan dalam Al-Quran. "Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusu'. (QS.Al-Baqarah:43)
Tapi, ketika cita-cita itu berhasil di gapai, bahagia yang diharap datang sesuai harapan, dunia serasa berbunga-bunga. hari-hari begitu indah mempesona. beban hidup serasa menghilang. Canda-tawa, senyum bahagia senantiasa nampak dalam setiap detik. Bahkan waktu pun terasa begitu cepat berlalu.
Kehidupan ibarat gelombang, pasang surut hal biasa, seperti putaran waktu, siang malam hal lumrah. Jika hanya pasang saja atau siang saja, bukanlah kehidupan namanya begitu pula sebaliknya. Kehidupan sarat dinamika. Ibarat roda pedati, kadang di atas kadang pula di bawah. Pergantian suasana dan putaran roda itu adalah seni yang memperindah rona kehidupan.
Begitulah hidup ini, yang penting kita menyadari bahwa ada Allah dibalik semua itu. Keikhlasan, kesabaran dan keridhoan menerima taqdir, insya Allah merupakan kunci untuk keluar dari belenggu yang melilit.
Firman Allah Swt dalam Al-Quran
"Allah tidak membebani sesorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya". (QS. Al-Baqarah:286)
mengatasi semua kemelut dan rintangan yang ada Allah sampaikan dalam Al-Quran. "Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusu'. (QS.Al-Baqarah:43)
Jumat, 30 Mei 2008
Kiat Meraih Hidup Sukses
Kiat Meraih Hidup Sukses
1. Bersihkan hati selalu
2. Beribadah dengan benar dan istiqamah
3. Berakhlak mulai
4. Belajar tiada henti
5. Bekerja keras, cerdas dan ikhlas
6. Bantu sesama
7. Bersahaja dalam hidup
2 B + 2 L
2 B
1. Berani mengakui jasa dan kelebihan orang lain
2. Bijak terhadap kekurangan dan kesalahan orang lain
2 L
1. Lihat kesalahan dan kekurangan diri
2. Lupakan jasa dan kebaikan diri sendiri
1. Bersihkan hati selalu
2. Beribadah dengan benar dan istiqamah
3. Berakhlak mulai
4. Belajar tiada henti
5. Bekerja keras, cerdas dan ikhlas
6. Bantu sesama
7. Bersahaja dalam hidup
2 B + 2 L
2 B
1. Berani mengakui jasa dan kelebihan orang lain
2. Bijak terhadap kekurangan dan kesalahan orang lain
2 L
1. Lihat kesalahan dan kekurangan diri
2. Lupakan jasa dan kebaikan diri sendiri
Renungan Qalbu
Wahai diri yang lalai, akankah waktu yang berputar membawa sejuta peringatan dan pelajaran berlalu tanpa arti bagimu. Utamakanlah perbuatan taat bagi dirimu daripada dunia yang pasti kau tinggalkan. Mengapa engkau harus terpedaya dengan dunia yang fana ini. Dan mengapa engkau bisa tertipu dengan umurmu yang berlalu seperti hembusan angin di depan mata. Bersiaplah untuk bekal dirimu sebab waktu pasti berlalu. usia kian hari kian berkurang. Sedangkan maut terus mengejar.
Seorang Pemenang
Konsep Diri Seorang Pemenang
Oleh: Febriya Fajri
"Jadilah tukang sapu jalanan layaknyaMichael Angelo melukis atau Shakespeare menulis puisi, sehingga segenappenghuni bumi akan tertegun lalu berujar, Wahai inilah tukang sapu jalanyang melakukan tugasnya dengan baik."
(Martin Luther King Jr)
Siapakah Pemenang?
Semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi seorang bintang dan mencetak prestasi yang sangat luar biasa dalam kehidupannya. Namun tidak semua orang memiliki mental seorang bintang, sehingga hanya sedikit yang mampu mewujudkan mimpinya menjadi kenyataan.
Untuk menjadi seorang yang sukses tidak perlu menunggu punya gelar yang panjang, tidak perlu harus memiliki jabatan yang tinggi di sebuah perusahaan ataupun sebuah Instansi. Mulailah dari sekarang juga!. Bersungguh-sungguhlah dalam melakukan sesuatu termasuk aktivitas yang sederhana sekalipun, dan cetaklah rekor pribadi anda setiap harinya.
Seorang bintang tidak dilahirkan begitu saja, namun terbentuk dari rangkaian peristiwa dan situasi yang membuatnya menjadi besar. Pemenang adalah mereka yang mampu bertahan dari situasi yang sulit, kondisi yang rumit dan mampu bersabar untuk melewati rintangan yang dapat menghalangi cita-cita mereka. Sementara kebanyakan orang memiliki karakter yang terbiasa menghindari sebuah masalah dan mengeluh dengan keterbatasan yang ada.
Beberapa tips sederhana berikut ini semoga mampu menghantarkan kita menuju kesuksesan. Tips tersebut adalah:
1. Tentukan target dan Tujuan Dalam Hidup
Bermimpi… bermimpi… dan bermimpilah!! Karena mimpilah yang akan membuat kita menjadi seorang yang besar, mimpilah yang membuat seorang yang pengecut berani melangkah dan mimpilah yang akan membuat semangat kita terbakar untuk menggapai cita-cita kita.
Beda antara seorang pemenang dengan pecundang adalah, seorang pemenang akan membuat dan menciptakan mimpi mereka dalam keadaan yang sadar, mereka mencoba mengkalkulasikan potensi mereka, potensi yang ada dilingkungan dan mensinergikannya serta mencoba mewujudkannya dengan kerja keras. Sedangkan seorang pecundang hanya sibuk untuk berhayal, berandai-andai dan terbuai dengan angan-angan yang hampa tanpa berusaha untuk mencapainya.
Berikut ini beberapa alasan, kenapa kita harus punya tujuan dalam hidup.
a. Tujuan akan membantu anda menggapai apapun yang anda inginkan
b. Tujuan akan memperluas zona kenyamanan
c. Tujuan akan meningkatkan kepercayaan diri seseorang
d. Tujuan membantu anda mengandalkan diri sendiri
e. Tujuan mendorong anda meyakini setiap keputusan yang dibuat
f. Tujuan akan membantu merubah sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin
g. Tujuan membuktikan kalau anda mampu membuat sebuah perubahan
h. Tujuan memperbaiki pandangan anda terhadap kehidupan
2. Kenali bakat dan potensi yang ada dalam diri kita
Antara manusia yang satu dengan yang lainnya memiliki sebuah perbedaan. Masing-masing kita memiliki kekhasan dalam hidup. Dalam diri kita terdapat keistimewaan yang tidak dimiliki oleh orang lain, begitu pun sebaliknya orang lain memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh kita.
Tugas kita saat ini adalah mencari potensi dan keunggulan pada diri kita, kemudian mengasah potensi tersebut dan menggunakannya untuk menciptakan prestasi-prestasi yang luar biasa dalam kehidupan kita.
Jangan pernah iri dengan berbagai kelebihan dan keunggulan yang dimiliki oleh orang lain, serta meratapi kekurangan yang ada pada diri anda sendiri. Tetapi lihatlah satu keunggulan yang anda miliki, setelah itu asah dan pertajam kelebihan tersebut dan buatlah karya besar dari potensi yang anda miliki tersebut.
Tidak ada seorang manusiapun yang memiliki seribu kelebihan tanpa adanya satu kekurangan,
Begitupun sebaliknya tidak ada seorang manusiapun yang memiliki seribu kekurangan tanpa adanya satu kelebihan
Tidak ada manusia yang sempurna, semua manusia pasti memiliki kekurangan. Dan sebaliknya kendatipun banyak kekurangan dalam hidupnya, setiap manusia pasti memiliki keunggulan. Pemenang adalah orang yang mampu melihat keunggulan pada dirinya, dan memanfaatkan keunggulan tersebut secara maksimal.
3. Pantang menyerah
Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengaduh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek."Anakku," kata sang ibu sambil bercucuran air mata, "Tuhan tidak memberikan pada kita bangsa kerang sebuah tangan pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu. Sakit sekali, aku tahu anakku. Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam." "Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau perbuat", kata ibunya dengan sendu dan lembut.Anak kerang pun melakukan nasihat bundanya. Ada hasilnya, tetapi rasa sakit bukan alang kepalang. Kadang di tengah kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya. Dengan air mata ia bertahan, bertahun-tahun lamanya. Tetapi! tanpa disadarinya sebutir mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya. Makin lama makin halus. Rasa sakit pun makin berkurang. Dan semakin lama mutiaranya semakin besar. Rasa sakit menjadi terasa lebih wajar.Akhirnya sesudah sekian tahun, sebutir mutiara besar, utuh mengkilap, dan berharga mahal pun terbentuk dengan sempurna. Penderitaannya berubah menjadi mutiara ; air matanya berubah menjadi sangat berharga. Dirinya kini, sebagai hasil derita bertahun-tahun, lebih berharga daripada sejuta kerang lain yang cuma disantap orang sebagai kerang rebus di pinggir jalan.Cerita di atas adalah sebuah paradigma yg menjelaskan bahwa penderitaan adalah lorong transdensial untuk menjadikan "kerang biasa" menjadi "kerang luar biasa". Karena itu dapat dipertegas bahwa kekecewaan dan penderitaan dapat mengubah "orang biasa" menjadi "orang luar biasa".
Semakin tinggi kita menaiki sebuah pohon, maka semakin tinggi pula angin yang akan menerpanya. Kaidah ini juga berlaku dalam kehidupan kita bahwa semakin besar mimpi yang ingin kita gapai maka rintangan yang harus dilaui pun semakin banyak dan tantangan yang harus ditaklukan pun semakin berat. Namun seorang pemenang adalah orang yang senantiasa percaya pada cita-citanya, pertolongan Allah, dan mensiasati keterbatasan yang ada untuk menaklukkan rintangan yang menghadangnya.
Jatuh belum berarti gagal, tetapi patah semangat adalah fatalpengarang tidak dikenal
Tidak berhasil menyelesaikan suatu permasalahan tidak membuat seseorang dikatakan gagal karena orang yang tidak berhasil untuk pertama kali bisa mencoba lagi untuk kedua kalinya, dan orang yang gagal kedua kali bisa mencoba lagi untuk ketiga kali, sampai ia berhasil. Tetapi patah semangat yang muncul karena tidak berhasil menyelesaikan suatu permasalahan bisa membuat seseorang hancur.
4. Berani Gagal.
Kegagalan dan kesuksesan adalah dua sisi mata uang yang saling melengkapi. Orang yang ingin sukses dalam kehidupannya harus tahu ada saat-saat gagal yang harus dilalui dalam hidup. Yang penting bukan hanya sekedar mencari jalan menuju kesuksesan, tetapi juga mengerti apa penyebab yang menyebabkan kegagalan tersebut. Bukan hanya sekedar meratapi mengapa ini terjadi, tapi mengambil manfaat dan pelajaran adari apa yang sudah terjadi.
Kegagalan adalah hal yang wajar dalam kehidupan, dengan kegagalan seseorang akan menjadi lebih kuat. Dengan kegagalan pula seseorang bias mengambil pelajaran dan hikmah dari peristiwa tersebut dan tidak akan diulang kelak.
Tidak penting berapa kali anda jatuh, yang terpenting adalah apakah anda bias bangkit kembali setelah kejatuhan tersebut. Seribu kali seseorang jatuh dan diapun mampu bangkit seribu kali juga maka suatu saat dia akan menemukan keberhasilannya.
5. Berfikir Positif
Semua orang yang berusaha meningkatkan diri dan ilmu pengetahuannya pasti tahu bahwa hidup akan lebih mudah dijalani bila kita selalu berpikir positif. Tapi, bagaimana melatih diri supaya pikiran positiflah yang 'beredar' di kepala kita, tak banyak yang tahu. Oleh karena itu, sebaiknya kita kenali saja dulu ciri-ciri orang yang berpikir positif dan mulai mencoba meniru jalan pikirannya.
1. Melihat masalah sebagai tantanganBandingkan dengan orang yang melihat masalah sebagai cobaan hidup yang terlalu berat dan bikin hidupnya jadi paling sengsara sedunia.
2. Menikmati hidupnyaPemikiran positif akan membuat seseorang menerima keadaannya dengan besar hati, meski tak berarti ia tak berusaha untuk mencapai hidup yang lebih baik.
3. Pikiran terbuka untuk menerima saran dan ideKarena dengan begitu, boleh jadi ada hal-hal baru yang akan membuat segala sesuatu lebih baik.
4. Mengenyahkan pikiran negatif segera
Setelah pikiran itu terlintas di benak 'Memelihara' pikiran negatif lama-lama bisa diibaratkan membangunkan singa tidur. Sebetulnya tidak apa-apa, ternyata malah bisa menimbulkan masalah.
5. Mensyukuri apa yang dimilikinyaorang yang memiliki pikiran positif akan senantiasa bersyukur atas segala yang dimilikinya, dan tidak pernah berkeluh kesah dterhadap apa yang tidak dimilikinya.
6. Tidak mendengarkan gosip yang tak menentuSudah pasti, gosip berkawan baik dengan pikiran negatif. Karena itu, mendengarkan omongan yang tak ada juntrungnya adalah perilaku yang dijauhi si pemikir positif.
7. Tidak bikin alasan, tapi langsung bikin tindakanPernah dengar pelesetan NATO (No Action, Talk Only), kan? Nah, mereka ini jelas bukan penganutnya.
8. Menggunakan bahasa positif
maksudnya, kalimat-kalimat yang bernadakan optimisme, seperti "Masalah itu pasti akan terselesaikan," dan "Dia memang berbakat."
9. Menggunakan bahasa tubuh yang positif
di antaranya adalah senyum, berjalan dengan langkah tegap, dan gerakan tangan yang ekspresif, atau anggukan. Mereka juga berbicara dengan intonasi yang bersahabat, antusias, dan 'hidup'.
10. Peduli pada citra diriItu sebabnya, mereka berusaha tampil baik. Bukan hanya di luar, tapi juga di dalam
Prasangka buruk, anggapan negatif, keluh kesah dan banyak lagi istilah lainnya yang serupa, tidak akan pernah mengantarkan anda menjadi pribadi yang tegar dan bermental pemenang.
Hindari halusinasi negatif, kata-kata pesimis, dan kamus mengeluh dalam kehidupan kita. Buang jauh-jauh prasangka negatif terhadap diri dan kemampuan anda, terhadap orang-orang disekitar anda, dan terhadap takdir yang telah Allah berikan. Berfikirlah positif maka sikap optimis akan segera menghampiri anda.
6. Evaluasi
Orang-orang yang cerdas adalah mereka yang senantiasa mengevaluasi apa yang telah mereka kerjakan dan melihat sejauh mana hal tersebut dapat mendekatkannya dengan cita-cita dan mimpi besarnya. Mereka tidak akan membiarkan kehidupannya mengalir begitu saja mengikiti arus, tanpa mengontrolnya.
Dengan mengadakan evaluasi secara rutin maka anda bisa
Semoga tips sederhana tadi bermanfaat dan dapat merubah paradigma dan pikiran kita untuk menjadi seorang pemenang. Serta mampu menggugah semangat kita untuk memperjuangkan mimpi besar dalan kehidupan kita.
Oleh: Febriya Fajri
"Jadilah tukang sapu jalanan layaknyaMichael Angelo melukis atau Shakespeare menulis puisi, sehingga segenappenghuni bumi akan tertegun lalu berujar, Wahai inilah tukang sapu jalanyang melakukan tugasnya dengan baik."
(Martin Luther King Jr)
Siapakah Pemenang?
Semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi seorang bintang dan mencetak prestasi yang sangat luar biasa dalam kehidupannya. Namun tidak semua orang memiliki mental seorang bintang, sehingga hanya sedikit yang mampu mewujudkan mimpinya menjadi kenyataan.
Untuk menjadi seorang yang sukses tidak perlu menunggu punya gelar yang panjang, tidak perlu harus memiliki jabatan yang tinggi di sebuah perusahaan ataupun sebuah Instansi. Mulailah dari sekarang juga!. Bersungguh-sungguhlah dalam melakukan sesuatu termasuk aktivitas yang sederhana sekalipun, dan cetaklah rekor pribadi anda setiap harinya.
Seorang bintang tidak dilahirkan begitu saja, namun terbentuk dari rangkaian peristiwa dan situasi yang membuatnya menjadi besar. Pemenang adalah mereka yang mampu bertahan dari situasi yang sulit, kondisi yang rumit dan mampu bersabar untuk melewati rintangan yang dapat menghalangi cita-cita mereka. Sementara kebanyakan orang memiliki karakter yang terbiasa menghindari sebuah masalah dan mengeluh dengan keterbatasan yang ada.
Beberapa tips sederhana berikut ini semoga mampu menghantarkan kita menuju kesuksesan. Tips tersebut adalah:
1. Tentukan target dan Tujuan Dalam Hidup
Bermimpi… bermimpi… dan bermimpilah!! Karena mimpilah yang akan membuat kita menjadi seorang yang besar, mimpilah yang membuat seorang yang pengecut berani melangkah dan mimpilah yang akan membuat semangat kita terbakar untuk menggapai cita-cita kita.
Beda antara seorang pemenang dengan pecundang adalah, seorang pemenang akan membuat dan menciptakan mimpi mereka dalam keadaan yang sadar, mereka mencoba mengkalkulasikan potensi mereka, potensi yang ada dilingkungan dan mensinergikannya serta mencoba mewujudkannya dengan kerja keras. Sedangkan seorang pecundang hanya sibuk untuk berhayal, berandai-andai dan terbuai dengan angan-angan yang hampa tanpa berusaha untuk mencapainya.
Berikut ini beberapa alasan, kenapa kita harus punya tujuan dalam hidup.
a. Tujuan akan membantu anda menggapai apapun yang anda inginkan
b. Tujuan akan memperluas zona kenyamanan
c. Tujuan akan meningkatkan kepercayaan diri seseorang
d. Tujuan membantu anda mengandalkan diri sendiri
e. Tujuan mendorong anda meyakini setiap keputusan yang dibuat
f. Tujuan akan membantu merubah sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin
g. Tujuan membuktikan kalau anda mampu membuat sebuah perubahan
h. Tujuan memperbaiki pandangan anda terhadap kehidupan
2. Kenali bakat dan potensi yang ada dalam diri kita
Antara manusia yang satu dengan yang lainnya memiliki sebuah perbedaan. Masing-masing kita memiliki kekhasan dalam hidup. Dalam diri kita terdapat keistimewaan yang tidak dimiliki oleh orang lain, begitu pun sebaliknya orang lain memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh kita.
Tugas kita saat ini adalah mencari potensi dan keunggulan pada diri kita, kemudian mengasah potensi tersebut dan menggunakannya untuk menciptakan prestasi-prestasi yang luar biasa dalam kehidupan kita.
Jangan pernah iri dengan berbagai kelebihan dan keunggulan yang dimiliki oleh orang lain, serta meratapi kekurangan yang ada pada diri anda sendiri. Tetapi lihatlah satu keunggulan yang anda miliki, setelah itu asah dan pertajam kelebihan tersebut dan buatlah karya besar dari potensi yang anda miliki tersebut.
Tidak ada seorang manusiapun yang memiliki seribu kelebihan tanpa adanya satu kekurangan,
Begitupun sebaliknya tidak ada seorang manusiapun yang memiliki seribu kekurangan tanpa adanya satu kelebihan
Tidak ada manusia yang sempurna, semua manusia pasti memiliki kekurangan. Dan sebaliknya kendatipun banyak kekurangan dalam hidupnya, setiap manusia pasti memiliki keunggulan. Pemenang adalah orang yang mampu melihat keunggulan pada dirinya, dan memanfaatkan keunggulan tersebut secara maksimal.
3. Pantang menyerah
Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengaduh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek."Anakku," kata sang ibu sambil bercucuran air mata, "Tuhan tidak memberikan pada kita bangsa kerang sebuah tangan pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu. Sakit sekali, aku tahu anakku. Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam." "Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau perbuat", kata ibunya dengan sendu dan lembut.Anak kerang pun melakukan nasihat bundanya. Ada hasilnya, tetapi rasa sakit bukan alang kepalang. Kadang di tengah kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya. Dengan air mata ia bertahan, bertahun-tahun lamanya. Tetapi! tanpa disadarinya sebutir mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya. Makin lama makin halus. Rasa sakit pun makin berkurang. Dan semakin lama mutiaranya semakin besar. Rasa sakit menjadi terasa lebih wajar.Akhirnya sesudah sekian tahun, sebutir mutiara besar, utuh mengkilap, dan berharga mahal pun terbentuk dengan sempurna. Penderitaannya berubah menjadi mutiara ; air matanya berubah menjadi sangat berharga. Dirinya kini, sebagai hasil derita bertahun-tahun, lebih berharga daripada sejuta kerang lain yang cuma disantap orang sebagai kerang rebus di pinggir jalan.Cerita di atas adalah sebuah paradigma yg menjelaskan bahwa penderitaan adalah lorong transdensial untuk menjadikan "kerang biasa" menjadi "kerang luar biasa". Karena itu dapat dipertegas bahwa kekecewaan dan penderitaan dapat mengubah "orang biasa" menjadi "orang luar biasa".
Semakin tinggi kita menaiki sebuah pohon, maka semakin tinggi pula angin yang akan menerpanya. Kaidah ini juga berlaku dalam kehidupan kita bahwa semakin besar mimpi yang ingin kita gapai maka rintangan yang harus dilaui pun semakin banyak dan tantangan yang harus ditaklukan pun semakin berat. Namun seorang pemenang adalah orang yang senantiasa percaya pada cita-citanya, pertolongan Allah, dan mensiasati keterbatasan yang ada untuk menaklukkan rintangan yang menghadangnya.
Jatuh belum berarti gagal, tetapi patah semangat adalah fatalpengarang tidak dikenal
Tidak berhasil menyelesaikan suatu permasalahan tidak membuat seseorang dikatakan gagal karena orang yang tidak berhasil untuk pertama kali bisa mencoba lagi untuk kedua kalinya, dan orang yang gagal kedua kali bisa mencoba lagi untuk ketiga kali, sampai ia berhasil. Tetapi patah semangat yang muncul karena tidak berhasil menyelesaikan suatu permasalahan bisa membuat seseorang hancur.
4. Berani Gagal.
Kegagalan dan kesuksesan adalah dua sisi mata uang yang saling melengkapi. Orang yang ingin sukses dalam kehidupannya harus tahu ada saat-saat gagal yang harus dilalui dalam hidup. Yang penting bukan hanya sekedar mencari jalan menuju kesuksesan, tetapi juga mengerti apa penyebab yang menyebabkan kegagalan tersebut. Bukan hanya sekedar meratapi mengapa ini terjadi, tapi mengambil manfaat dan pelajaran adari apa yang sudah terjadi.
Kegagalan adalah hal yang wajar dalam kehidupan, dengan kegagalan seseorang akan menjadi lebih kuat. Dengan kegagalan pula seseorang bias mengambil pelajaran dan hikmah dari peristiwa tersebut dan tidak akan diulang kelak.
Tidak penting berapa kali anda jatuh, yang terpenting adalah apakah anda bias bangkit kembali setelah kejatuhan tersebut. Seribu kali seseorang jatuh dan diapun mampu bangkit seribu kali juga maka suatu saat dia akan menemukan keberhasilannya.
5. Berfikir Positif
Semua orang yang berusaha meningkatkan diri dan ilmu pengetahuannya pasti tahu bahwa hidup akan lebih mudah dijalani bila kita selalu berpikir positif. Tapi, bagaimana melatih diri supaya pikiran positiflah yang 'beredar' di kepala kita, tak banyak yang tahu. Oleh karena itu, sebaiknya kita kenali saja dulu ciri-ciri orang yang berpikir positif dan mulai mencoba meniru jalan pikirannya.
1. Melihat masalah sebagai tantanganBandingkan dengan orang yang melihat masalah sebagai cobaan hidup yang terlalu berat dan bikin hidupnya jadi paling sengsara sedunia.
2. Menikmati hidupnyaPemikiran positif akan membuat seseorang menerima keadaannya dengan besar hati, meski tak berarti ia tak berusaha untuk mencapai hidup yang lebih baik.
3. Pikiran terbuka untuk menerima saran dan ideKarena dengan begitu, boleh jadi ada hal-hal baru yang akan membuat segala sesuatu lebih baik.
4. Mengenyahkan pikiran negatif segera
Setelah pikiran itu terlintas di benak 'Memelihara' pikiran negatif lama-lama bisa diibaratkan membangunkan singa tidur. Sebetulnya tidak apa-apa, ternyata malah bisa menimbulkan masalah.
5. Mensyukuri apa yang dimilikinyaorang yang memiliki pikiran positif akan senantiasa bersyukur atas segala yang dimilikinya, dan tidak pernah berkeluh kesah dterhadap apa yang tidak dimilikinya.
6. Tidak mendengarkan gosip yang tak menentuSudah pasti, gosip berkawan baik dengan pikiran negatif. Karena itu, mendengarkan omongan yang tak ada juntrungnya adalah perilaku yang dijauhi si pemikir positif.
7. Tidak bikin alasan, tapi langsung bikin tindakanPernah dengar pelesetan NATO (No Action, Talk Only), kan? Nah, mereka ini jelas bukan penganutnya.
8. Menggunakan bahasa positif
maksudnya, kalimat-kalimat yang bernadakan optimisme, seperti "Masalah itu pasti akan terselesaikan," dan "Dia memang berbakat."
9. Menggunakan bahasa tubuh yang positif
di antaranya adalah senyum, berjalan dengan langkah tegap, dan gerakan tangan yang ekspresif, atau anggukan. Mereka juga berbicara dengan intonasi yang bersahabat, antusias, dan 'hidup'.
10. Peduli pada citra diriItu sebabnya, mereka berusaha tampil baik. Bukan hanya di luar, tapi juga di dalam
Prasangka buruk, anggapan negatif, keluh kesah dan banyak lagi istilah lainnya yang serupa, tidak akan pernah mengantarkan anda menjadi pribadi yang tegar dan bermental pemenang.
Hindari halusinasi negatif, kata-kata pesimis, dan kamus mengeluh dalam kehidupan kita. Buang jauh-jauh prasangka negatif terhadap diri dan kemampuan anda, terhadap orang-orang disekitar anda, dan terhadap takdir yang telah Allah berikan. Berfikirlah positif maka sikap optimis akan segera menghampiri anda.
6. Evaluasi
Orang-orang yang cerdas adalah mereka yang senantiasa mengevaluasi apa yang telah mereka kerjakan dan melihat sejauh mana hal tersebut dapat mendekatkannya dengan cita-cita dan mimpi besarnya. Mereka tidak akan membiarkan kehidupannya mengalir begitu saja mengikiti arus, tanpa mengontrolnya.
Dengan mengadakan evaluasi secara rutin maka anda bisa
Semoga tips sederhana tadi bermanfaat dan dapat merubah paradigma dan pikiran kita untuk menjadi seorang pemenang. Serta mampu menggugah semangat kita untuk memperjuangkan mimpi besar dalan kehidupan kita.
Ungkapan Rindu
Ya Allah izinkan aku mengungkapkan rinduku pada rasul-MU Ya Allah.....
Ya rasul, aku rindu kepadamu....Aku rindu atas kerinduan dan ketaatanmu, yang selalu kau curahkan kpd sang KhaliqYa rasul, ceritakan kepadaku tentang kehidupanmuAku rindu keramahanmu yang saat ini makin sedikit kurasakan di dunia iniAku rindu akan sifat bersahaja yang kau contohkan semasa hidupmu
Ya rasul, aku rindu cara hidupmu, walaupun aku akui bahwa aku malu kalau aku juga mau ikuti cara hidupmuAku selalu berpura-pura, karena hidup ini terlalu penuh dengan kepalsuan Ya rasul, apakah rinduku sekarang ini hanyalah kerinduan semuYa Allah mohon ajari aku untuk selalu merindu dengan sebenar-benarnya rindu kepada-MU dan rasul-MUYa Allah ajari aku untuk mengkekalkan rindu karena sering ketika imanku lengah aku jadi jauh dari-MU dan rasul-MU
Ya rasul, ceritakan aku tentang rumahmu, menu makanmu, pakaianmu yang bersahajaYa rasul, ceritakan kepadaku tentang sahabat-sahabat sejatimuYa rasul, ceritakan kepadaku tentang pengorbanan dan perjuanganmu dalam menegakkan agama Allah.
Ya rasul, wajahmu selalu ceria dengan pikiran yang bersih dan jernihYa rasul, engkau begitu kuat menghindari kesombongan dan maksiat Aku ingin mencontohmu yang selalu tersenyum tulus terhadap sesamaAku juga ingin sepertimu yang tidak pernah merendahkan orang lain, dengan sikapmu yang selalu menyapa terlebih dahulu.Ya rasul aku ingin mencontohmu utk tidak berkata yang sia-sia dan tidak menyakiti orang lain.
Ya rasul, bagaimana caranya bisa hidup bersahaja seperti kehidupanmuYa rasul, ceritakan kepadaku tentang kehidupanmu yang sederhana ituAku ingin walau dengan hidup sederhana aku tetap bisa seperti dirimu yang selalu bisa sedekah dengan ikhlasAku juga ingin sepertimu, dimana tindakanmu sesuai dengan ucapanmu
Ya rasul, bagaimana caranya menghindarkan dari nafsu yang selalu saja datang dan mengoyak-ngoyak hatikuAtau paling tidak bisa menahannyaYa rasul, bagaimana membuat bendungan yang kokoh utk meningkatkan keimanan dan ketaqwaanku yang masih begitu kecil dan lemah ini
Ya Allah, rasul-Mu itu, begitu aku mengagumi pribadinya.Ya Allah, izinkan aku nanti menemui-MU dan rasul-MU.... utk melepas rindu iniYa Allah, juga mohon bimbinglah hamba-MU yang lemah ini agar selalu berada di jalan-MU....Ya Allah....Ya Allah, izinkan aku memasuki surga-MU karena aku sangat takut.....akan neraka-MU Ya Allah.....
Ya rasul, aku rindu kepadamu....Aku rindu atas kerinduan dan ketaatanmu, yang selalu kau curahkan kpd sang KhaliqYa rasul, ceritakan kepadaku tentang kehidupanmuAku rindu keramahanmu yang saat ini makin sedikit kurasakan di dunia iniAku rindu akan sifat bersahaja yang kau contohkan semasa hidupmu
Ya rasul, aku rindu cara hidupmu, walaupun aku akui bahwa aku malu kalau aku juga mau ikuti cara hidupmuAku selalu berpura-pura, karena hidup ini terlalu penuh dengan kepalsuan Ya rasul, apakah rinduku sekarang ini hanyalah kerinduan semuYa Allah mohon ajari aku untuk selalu merindu dengan sebenar-benarnya rindu kepada-MU dan rasul-MUYa Allah ajari aku untuk mengkekalkan rindu karena sering ketika imanku lengah aku jadi jauh dari-MU dan rasul-MU
Ya rasul, ceritakan aku tentang rumahmu, menu makanmu, pakaianmu yang bersahajaYa rasul, ceritakan kepadaku tentang sahabat-sahabat sejatimuYa rasul, ceritakan kepadaku tentang pengorbanan dan perjuanganmu dalam menegakkan agama Allah.
Ya rasul, wajahmu selalu ceria dengan pikiran yang bersih dan jernihYa rasul, engkau begitu kuat menghindari kesombongan dan maksiat Aku ingin mencontohmu yang selalu tersenyum tulus terhadap sesamaAku juga ingin sepertimu yang tidak pernah merendahkan orang lain, dengan sikapmu yang selalu menyapa terlebih dahulu.Ya rasul aku ingin mencontohmu utk tidak berkata yang sia-sia dan tidak menyakiti orang lain.
Ya rasul, bagaimana caranya bisa hidup bersahaja seperti kehidupanmuYa rasul, ceritakan kepadaku tentang kehidupanmu yang sederhana ituAku ingin walau dengan hidup sederhana aku tetap bisa seperti dirimu yang selalu bisa sedekah dengan ikhlasAku juga ingin sepertimu, dimana tindakanmu sesuai dengan ucapanmu
Ya rasul, bagaimana caranya menghindarkan dari nafsu yang selalu saja datang dan mengoyak-ngoyak hatikuAtau paling tidak bisa menahannyaYa rasul, bagaimana membuat bendungan yang kokoh utk meningkatkan keimanan dan ketaqwaanku yang masih begitu kecil dan lemah ini
Ya Allah, rasul-Mu itu, begitu aku mengagumi pribadinya.Ya Allah, izinkan aku nanti menemui-MU dan rasul-MU.... utk melepas rindu iniYa Allah, juga mohon bimbinglah hamba-MU yang lemah ini agar selalu berada di jalan-MU....Ya Allah....Ya Allah, izinkan aku memasuki surga-MU karena aku sangat takut.....akan neraka-MU Ya Allah.....
Langganan:
Postingan (Atom)